designpartner

welcome to our blog

you will need designpartner

Posts

Comments

Blogger

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio


  • A.   Sinopsis Film
    “Game Change” merupakan sebuah film drama politik yang diproduksi pada tahun 2012 oleh Play Tone Production. Film ini dibuat berdasarkan kejadian Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat pada tahun 2008. Terinspirasi dari buku karangan wartawan politik Mark Halperin dan John Heilemann mengenai dokumenter kekalahan John McCain dan Sarah Palin atas Barrack Obama. Film ini menceritakan Sarah Palin yang terpilih menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi McCain. Strategi ini dipilih untuk memenangi pemilihan umum untuk mengimbangi Barrack Obama, sosok kharismatik dan mempunyai aura selebriti juga.
  • Di Indonesia tercinta ini, derita kemiskinan sudah bukan hal yang luar biasa. Jutaan masyarakat hidup dalam taraf kemiskinan. Kurangnya lapangan kerja, kurangnya latar belakang pendidikian, menjadi salah satu dari banyak faktor penyebabnya. Terlebih biaya hidup tinggi, biaya kesehatan tinggi, dan tidak kalah saing, biaya pendidikan yang begitu mencekik berkolaborasi. Alhasil begitu menyiksa rakyat Indonesia.

  • Jumat, 03 Mei 2013 17:41 WIB




    YOGYAKARTA-(02/05/2013). “ Di tengah-tengah kemeriahan ulang tahun ke-VI Pusat Studi dan Layanan Difabel (PSLD), UIN Sunan Kalijaga mendapatkan kado spesial yaitu tamu dari IDPP (Institute on Disability and Public Policy) yang berpusat di Bangkok dan bernanung di bawah American University di Washington, DC, Amerika Serikat”, Hal ini disampaikan Oleh Wakil Rektor I Dr. Sekar Ayu Aryani dalam acara Milad PSLD ke-VI di gedung Pusat Administrasi Umum (PAU) lantai 1 UIN Sunan Kalijaga.
    Ro’fah, Ph.D. selaku Direktur PSLD mengatakan bahwa UIN Sunan Kalijaga adalah salah satu mitra terdekat dalam mewujudkan missi IDPP yang memperjuangkan pendidikan tingkat lanjut (S2) bagi para mahasiswa difabel di kawasan Asia Tenggara.
    “ Tahun lalu, salah satu alumni UIN Sunan Kalijaga yang difabel (tunanetra) terpilih untuk menerima beasiswa penuh dari IDPP dan kini tengah menempuh S2  Master’s in Comparative and International Disability Policy. Tahun ini, satu alumni lagi, juga seorang tunanetra, sedang mengikuti tahap seleksi dan berharap dapat menyusul kakak kelasnya untuk menjadi  satu dari 15 orang difabel terpilih di Asia Tenggara”, tutur Ro’fah.
    Ro’fah juga menambahkan bahwa, Selain kerjasama untuk meningkatkan pendidikan bagi para difabel, IDPP juga bernecana untuk bekerjasama dengan PSLD  dalam melaksanakan penelitian-penelitian di bidang disabilitas. 
    Ditemui secara terpisah Arif Maftuhin Ph.D. selaku pengurus PSLD UIN Suka menjelaskan bahwa tamu yang datang hari ini dipimpin langsung oleh Direktor IDPP, Dr. Derrick L. Cogburn dan disertai oleh dua orang staf IDPP. “Kunjungan hari ini adalah kunjungan kedua dan merupakan tindak lanjut dari kunjungan pertama pada bulan Agustus tahun lalu. Dalam kunjungan kedua ini, berbagai langkah konkrit disusun untuk mematangkan penandatangan MOU yang rencananya akan disepakati antara UIN Sunan Kalijaga dan American Univeristy” tutur Arif. (Doni Tri W-Humas UIN/*PSLD)
    ( Humas )


  • STATE ISLAMIC UNIVERSITY YOGYAKARTA
    maaf, sedikit sok berbahasa Inggris, ben sedikit keren.




  • ADA YANG SALAH?
    Pada awalnya saya hanya ingin membuat sebuah logo yang akan saya jadikan sebagai barang dagangan. Karena target adalah UIN, maka dengan menggunakan logo UIN mungkin akan mendobrak keuntungan penjualan saya. Logo UIN oleh saya sendiri ternyata dapat ditransformasikan kebeberapa logo ataupun simbol sebagai identitas. Logo digunakan untuk sebuah identitas yang mempunyai makna tersendiri, baik secara visual maupun secara filosofi.
    Keadaan ini dapat memancing kreatifitas, selain kita tahu bahwasanya di Jogjakarta ini terdapat beberapa universitas terkemuka Indonesia baik negeri maupun swasta. Lihat saja Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, STMIK AMIKON, STIE YKPN, dan masih ada beberapa universitas tren di Jogja. Saya, sebagai mahasiswa UIN, masih banyak menemui mahasiswa UIN yang masih sungkan untuk menunjukkan almamaternya. Jikalau ditanya, “Kuliyah mana mas?”, pasti dijawab “Jogja.”. Lantas apabila ditanya lagi bagaimana jawabnya? Skema di bawah ini akan menjelaskan realitas yang ada.





  • TRAGEDI IMAGE Rp50000,00

    Ini merupakan sebuah kisah nyata yang terjadi di suatu tempat di kawasan Jogjakarta.
    Dikisahkan ada seorang anak yang akan menempuh ujian akhir sekolah sebuah sekolah dasar negeri di Jogja. Panggil saja Dana. Karena faktor ekonomi keluarganya dia tidak mempunyai uang untuk membayar tunggakan SPP bulanan. Anak ini terkenal dengan ketaatannya beribadah kepada Allah.
    Pada suatu hari, mungkin dikarenakan dia sudah tidak tahu mau kemana dia mengadu tentang masalah SPP sekolahnya itu, dan tekanan dia terancam tidak bisa mengikuti ujian akhir sekolah, dia berfikir hanya Allah yang tahu jawabannya. Kemudian dia mencoba mengirim surat kepada Allah dengan maksud meminta bantuan. Dalam suratnya dia meminta kepada Allah, “Ya Allah, hambamu ini sudah tidak tahu lagi harus meminta bantuan kepada siapa. Hambamu sudah telat SPP dan kata ibu guru jika saya tidak bisa membayar SPP saya tidak akan bisa UAS ya Allah. Ya Allah, hambamu minta bantuan, hamba minta uang 200.000 saja ya Allah agar hambamu bisa mengikuti uas dan bisa lulus ya Allah.”
    Dikirimkanlah surat itu melalui jasa pos. Alhasil tukang pos pun kebingungan dengan surat tersebut. Mau diapakan surat tersebut? Dengan muka amplop bertuliskan yang dituju, “Kepada Allah SWT di tempat”. Di jalan pak pos melihat slogan kepolisian yang intinya adalah mengayomi masyarakkat. Akhirnya tercetus dalam pikiran tukang pos. Dia bermaksud akan mengadu kepada polisi mengenai surat yang ditulis anak kecil ini.
    Sebagai aparat yang baik, pak polisi pun membuka karena dia juga penasaran. Dibacanya surat tersebut dan terketuk hatinya untuk membantu anak tersebut. Polisi berfikiran untuk menolong anak ini, dia membuka dompetnya dan ternyata hanya berisikan uang sebesar 150.000 rupiah saja. Dia berfikir untuk memberikan uang tersebut kepada Dana sendiri.
    Pak polisi pun mendatangi sekolah dasar yang bersangkutan untuk menemui anak yang bernama Dana. Dicarilah anak itu, “Panggilan kepada Dana? Dimana Dana? Ada kiriman untuk Dana”, dengan nada ramah dan senyum. “Saya pak, saya. Surat darimana pak?”, tanya Dana. Polisi pun dengan ramah menjawab “Surat dari Allah nak”. “Baiklah, terima kasih pak polisi”, ujar Dana dengan mencium tangan polisi. Setelah itu polisipun kembali ke pos polisinya untuk melanjutkan tugas.
    Dana pun senang. Sebagai anak yang baik, dia selalu berterima kasih kepada siapapun yang membantunya. Dana sangat riang gembira, namun ada satu hal yang dia sedikit sesalkan. Dia kembali menulis surat kepada Allah, “Ya Allah terima kasih ya Allah. Uang ini sudah lebih dari cukup untuk membayar SPP. Tapi lain kali mengantarkan suratnya lewat pak pos saja, jangan lewat pak polisi. Soalnya kalau lewat pak polisi dikorupsi 50.000 rupiah, saya jadi hanya menerima 150.000 saja ya Allah. ...”. Kemudian dikirimkanlah surat tersebut lewat jasa pos. 





    KERIBUTAN CICAK


    Lagi-lagi cerita yang saya dengar ini nyata dan benar terjadi. Menurutku, anak-anak itu mempunyai pola pikir yang praktis sepraktis-praktisnya. Saya mendengar sebuah dialog dari beberapa kumpulan anak di halaman dia sekolah.
    Nampaknya sebelum mereka keluar mereka dimintai tugas oleh guru untuk menyanyikan lagu “Cicak-cicak di Dinding”.
    Cicak-cicak di dinding
    Diam-diam merayap
    Datang seekor nyamuk
    Hap, lalu ditangkap
    Mungkin mereka juga setelah belajar bahasa Indonesia, tepatnya mereka belajar 5W+H. Karena terlalu kritisnya anak jaman sekarang, salah seorang dari mereka bertanya.
    Imam:
    Tadi pelajarannya suruh nyanyi cicak di dinding, tapi timbul pertanyaan aku.
    Oneng:
    Pertanyaan  apa? Aku hafal lho (dengan bangga)
    Imam:
    Kenapa cicak di dinding? Kenapa nggak di atap saja?
    Ika:
    Aku tahu, mungkin karena cicak itu merayap, makannya dia di dinding
    Oneng:
    Bentar, emang lagunya diam-diam merayap, (dengan intonasi bagus seorang penyanyi)
    Datang seekor …
    Imam:
    Terus kenapa merayap? (menyela  penggalan nyanyian Oneng)
    Ika:
    Karena ada seekor nyamuk di situ, kalo dari lagu gitu. (melihat oneng)
    Oneng:
    Sudah-sudah, Imam itu tanyanya sukane ngaco, padahal kan udah ada lagunya
    Imam:
    Iya juga sih, jadi kalo aku tanya kalo aku tanya lagi bisa jawab nggak?
    Kalau begitu yang dilakuin cicak setelah itu apa?
    Oneng, Ika:
    Kan udah jelas! (dengan kompak)
    Imam:
    Lalu di tangkap (dengan lafal dan intonasi sangat indah)



  • WHO AM I?
    Joseph Luth and Harry Ingham

    “Who am I?” tentunya sudah tidak asing lagi dengan kata-kata ini. Kalau dari saya sendiri mendengar kata itu langsung teringat aksi Jacky Chan. Tapi sebenarnya siapakah anda? Siapakah saya ini? Sudahkah anda mengenal diri anda? Mungkin dengan konsep Jendela Johari ini bisa membantu. Apa lagi itu jendela johari? Apa hubungannya dengan diri sendiri?


  • MUHAMMAD IBN ABDULLAH, S.I.Kom.

    Mengapa judul tulisan ini seperti itu? Itu sengaja saya berikan, karena bentuk terima kasih terhadap seseorang yang mempunyai jasa besar di dunia namun tidak menempuh jenjang pendidikan sarjana seperti apa yang saya lakukan. Moh Hatta saja tanpa sekolah diberi gelar insinyur, padahal dia hanya merubah bagian kecil dari dunia (Indonesia).

    SEJARAH PR (PUBLIC RELATIONS)
    Public relations yang dikenal dengan Humas adalah hasil dari perkembangan praktik humas pada masa lalu. PR merupakan kegiatan yang dari dulu sudah ada dan dilakukan sejak berabad-abad yang lalu. Namun manusia terlambat menyadari keberadaan PR tersebut.
    PR berusia sama dengan usia peradaban manusia. Bahkan orang-orang primitive sudah menerapkan dan mengetahui seberapa pentingnya PR. Hanya saja mereka belum mempunyai istilah yang pas untuk menamai kegiatan ini. Jika diamati, unsure-unsur bertukar informasi, membujuk, dan mengintegrasikan masyarakat sudah terjadi sejak dulu. Ini terbukti dengan harmonisnya hubungan antar manusia, antar kelompok, maupun manusia dengan kelompok di dalam pergaulan mereka. Hal tersebut terjadi karena adanya kesepakatan antara kedua belah pihak yang saling pengertian, saling menguntungkan antara kedua belah pihak, dan keuntungan berupa kesenangan antar keduanya.
    Public relations memang mulai dikenal pada abad 20-an. Namun secara historis, tehnik-tehnik PR sudah diterapkan sejak zaman dulu. Dan lagi-lagi saya pertegas, manusia terlambat menyadari kegiatan PR ini.
    Dalam sejarah islam, sejarah PR terjadi tatkala Rasul (Muhammad saw) mengutus Ja’far bin Abu Tholib, selaku ketua delegasi umat Islam pada tahun 1 H, untuk menyampaikan dakwah kepada Raja Najasyi di Habsyah. Seain itu beberapa peristiwa PR terjadi pada ceremonial kedatangan Nabi Sulaiman as yang disambut meriah oleh Ratu Balqis karena Nabi Sulaiman diistimewakan oleh Ratu Bilqis. Acara penyambutan tersebut menerapkan praktik PR dalam bidang protokoler, dimana susunan acara disusun secara rapi. Seremonial acara juga menerapkan kegiatan PR seperti adanya penyambutan, adanya MC (Master of Ceremony), dan adanya kepanitiaan yang dibentuk. Acara ini meremajakan Nabi Sulaiman, disertai dengan tujuan agar Nabi Sulaiman merasa dihargai oleh Ratu Balqis. Ratu Balqis-pun menjaga citranya sebagai seorang putri yang kaya raya dan penuh tata krama.
     Aktivitas PR juga diterapkan oleh Ratu Cleopatra saat menjamu kedatangan Mark Anthony. Kedatangan Mark Anthony disambut dengan meriah oleh Cleopatra dengan menunjuk lokasi di tepi sungai Nil. Cleopatra ingin menujukkan keindahan Nil dan menunjukkan keindahan serta kelembutannya sebagai seorang perempuan. Hal ini merupakan pencitraan yang dilakukan oleh Cleopatra untuk Mark Anthony. Cleopatra menginginkan agar pertemuannya dengan Anthony dapat berlanjut dengan hubungan kerjasama yang baik dan menguntungkan keduanya. Cleopatra sebagai pembeli dan Mark sebagai penjual. Kaitan dalam komunikasi adalah “pesan pertama merupakan hal yang penting untuk hubungan selanjutnya”. Artinya jika kesan pertama buruk maka kerjasama itu tidak akan terwujud.
    Praktek selanjutnya dilakukan oleh Gilda. Gilda adalah sekumpulan orang yang mempunyai mata pencaharian sama yaitu berdagang. Awal mulanya mereka berkumpul membentuk organisasi untuk mengurangi persaingan internal (antar anggota) maupun persaingan eksternal (persaingan dagang keluar).  Mereka meningkatkan produksi dan memperluas pasar untuk mendapat keuntungan yang besar. Cara mereka memperluas pasar dengan memberikan informasi kepada khalayak umum sebanyak-banyaknya mengenai apa yang mereka jual. Informasi yang di-share kepada public ini adalah keunggulan produk mereka yang dapat memikat pembeli. Hal ini mempresentasikan PR dalam peranannya sebagai komunikator. Mereka menyebar informasi sebanyak mungkin mengenai produk mereka agar tujuan dari Gilda dapat tercapai, yakni mendapat laba sebesar-besarnya.
    Pada abad XVIII adalah Thomas Jefferson yang menyampaikan istilah Public Relations pada kongres X yang dilaksanakan di Amerika Serikat tahun 1807. Saat itu istilah PR disampaikan Jefferson dan dihubungkan dengan Foreign Relations.
    Tahun 1882, di Yale Law School, digunakan istilah PR dalam pidato sambutan dengan judul “The Public Relations and Duties of The Legal Profession”. Istilah ini juga tercantum dalam The Yearbook of Railway Literature tahun 1897, dimana penggunaan ini digunakan dengan menghubungkan American Railway.
    Kemudian Edward I. Bernays, menyampaikan kepada publik bahwa dirinya berhak diberi gelar The Father of Public Relations karena jasanya mengenalkan kepada dunia tentang PR. Dia memberikan julukan kepada dirinya sendiri karena jasanya mengenalkan istilah PR melalui bukunya Crystallizing Public Opinion yang terbit tahun 1923. Akan tetapi ada juga yang menganggap penemu Modern Public Relations adalah Ivy Lee. Karena pada tahun 1921 ia telah memulai menerbitkan sebuah bulletin dengan nama Public Relations di NY. Sebelumnya Ivy Lee sudah dikenal oleh masyarakat luas karena jasanya kepada Pennsylvania Railroad. Sebuah perusahaan perkeretaapian dimana Lee menjabat sebagai Executive assistant to the president, dan hal itu merupakan pengangkatan pertama kali seorang PR dengan tingkat Policy Making. Dengan masuknya Lee, perusahaan mampu memperoleh keuntungan yang sangat besar. Oleh karena itu sebagian orang  menyebut bapak Public Relation adalah Ivy Lee.

    PR (PUBLIC RELATION) DALAM ISLAM
     Dalam Tadzkiratud Daulat karya Ustadz Bahiyul Khuli mendefinisikan dakwah sebagai suatu sistem komunikasi yang ditimbulkan dari interaksi antara individu maupun kelompok manusia yang bertujuan memindahkan umat dari situasi yang negative (Jahiliyah) ke situasi yang positif. Definisi ini sama dengan makna dari Public Relations, yaitu komunikasi yangn bertujuan untuk menciptakan hubungan harmonis antara perusahaan/intuisi dan publiknya, serta untuk menciptakan opini publik yang positif mengenai perusahaan tersebut.
    PR dalam islam memang identik dengan dakwah yang bertujuan untuk mengenalkan islam pada manusia. Pada era Rasul, sejarah PR bermula saat Rasul memerintahkan Ja’far bin Abu Tholib untuk menyampaikan dakwah kepada Raja Najasyi di Habsyah, seperti yang sudah diulas di atas.
    Landasan nabi memilih Ja’far bin Abu Tholib karena Ja’far merupakan seorang (PR) yang tepat dalam mengemban misi tersebut. Ia dipercaya memiliki kriteria PR yang baik. Misalnya Ja’far mempunyai kemampuan dalam ilmu perbandingan agama, menghafal Qur’an, memiliki nalar akademik yang sistematis, maupun kemampuan retorika yang mampu mengikat lawan bicara. Itulah penugasan pertama dari penerapan PR dalam Islam.
    Memang tidak dapat dipungkiri, orang yang paling sukses menjadi PR adalah Muhammad saw, dengan dakwah islam yang mampu diterima publik. Muhammad saw mempunyai potensi yang luar biasa yang mendasari Michael H. Hart -seorang penulis barat- dalam bukunya yang terkenal, “The 100 Ranking of Most Influental Person in History”, menempatkan nama Nabi Muhammad di posisi wahid. Hal ini tidak lepas dari kegemilangan Muhammad dalam memimpin dan menyebarkan islam.
    Seperti yang kita ketahui bahwa Muhammad berhasil menyebarluaskan islam dengan singkat ke seluruh dunia. Dalam proses penyebarluasan itu juga melalui berbagai rintangan. Namun pada akhirnya dunia menyaksikan islam  dalam waktu singkat. Yang kemudian merambat dari Arab menyebar menyusuri wilayah Asia, Afrika, hingga di seberang Eropa.
    Menurut L. Stoddart dalam bukunya The New World of Islam menyatakan, bangkitnya islam merupakan suatu peristiwa paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Hanya dengan waktu singkat –satu abad- islam hampir mengenangi seluruh bagian bumi. Dari sebuah suku yang terbelakang dan berada di padang tandus, islam mampu menghancurkan kerajaan-kerajaan besar dan memusnahkan beberapa agama besar yang sudah bernama sebelumnya. Muhammad mengadakan revolusi berfikir dalam jihad an bangsa, serta membina satu dunia baru, yaitu dunia Islam.
    Pertama kali Rasul berdakwah, masyarakat islam berada dalam kejahiliyahan dan mempunyai moral yang buruk. Sementara peradaban Arab tidak mempunyai nilai sama sekali. Dari situasi itulah Muhammad mendapat utusan dari Allah untuk membenahi moral dan budi pekerti mereka. Dan Rasul tentunya berhasil dan merubah suasana arab dari kejahiliyahan menjadi masyarakat yang beriman dan bertauhid. Merekapun (tabi’in) mulai menjadi pengikut setia Nabi Muhammad saw.
    Kesuksesan inilah yang menjadi pekerjaan bagi peneliti sejarah. Kesuksesan inilah yang perlu dipelajari dan diketaui sebagai pedoman bagi pelaku public relations mengenai sifat dan sikap nabi Muhammad dalam berdakwah, mengajak manusia ke jalan yang benar dengan mengadakan komunikasi dengan mereka. Sehingga tujuan dari perluasan islam dapat tercapai.

    Literasi
    Firdaus, Iqra. 2013. Kiat Hebar Public Relations ala Nabi Muhammad Saw. Yogyakarta: Diva Press.
    Stoddart, L. 1996. The New World of Islam. Jakarta: Panitia Penerbit.

Comments

The Visitors says