designpartner

welcome to our blog

you will need designpartner

Posts

Comments

Blogger

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio


  • 7 TRADISI DALAM ILMU KOMUNIKASI

    THE SOCIO-PSIKOLOGICAL TRADITION
    Komunikasi muncul akibat adanya  interaksi sosial, digunakan untuk mempengaruhi orang lain. Tradisi ini menjelaskan perkembangan ilmu komunikasi menyangkut hal-hal yang terkait dengan hubungan antara perkembangan psikologi individu yang berdampak pada dinamika sosial, begitu juga sebaliknya. Atau Komunikasi sebagai pembicaraan publik yang menimbulkan wawasan dan berpengaruh pada sosial kultural.
    Yang menjadi topik dalam tradisi ii antara lain:
    ·         Pengaruh interpersonal
    ·         Hubungan sebab akibat
    ·         Prediksi efek komunikasi
    ·         Elemen-elemen komunikasi
    ·         Indikator efektif berupa perubahan sikap
    ·         Aspek penting seperti kredibilitas komunikator
    ·         Tradisi ini berdasarkan pada perspektif scientific/objective
    ·         Untuk mencapai tujuan komunikasi, proses dilakukan secara hati-hati dan didasari oleh observasi sistematis
    ·         Keberhasilan komunikasi ditentukan olehcause and effect relationship (casual links)
    ·         Agar efektif, praktek didasarkan pada pertanyaan “what can I do to get them to change”.

    THE CYBERNETIC TRADITION
    Menganalogikan komunikasi sebagai kerja mekanik. Transfer pesan yang dilakukan dengan berbagai standar kerja uang memiliki struktur dan dapat diukur dalam beberapa kategori. Transfer pesan melalui jalinan komunikasi dipenggal-pengga melalui beberapa sistem dalam sebuah suprasisttem. Berlanjut tidaknya komunikasi tergantung pada feedback yang diberikan komunikator. Sebagai misal adalah saat seseorang mencoba menghubungi operator telfon, seperti pada gambar berikut.


    Poin penting yang menjadi bahasan dalam tradisi ini adalah
    ·         Proses komunikasi yang terjadi yang diintepretasikan sebagai link connection (system), media system
    ·         Transmisi informasi, meliputi source > transmittion >  goal/ tujuan
    ·         Ada aspek noise (bagian dari sistem)
    ·         Information refers to reduce of uncertainly about a immediate future. Mengacu pada menurunnya ketidakpastian tentang masa depan yang mutakhir.
    ·         Channel capacity = information + noise. Setiap saluran mempuyai keterbatasan dalam mentransmisi pesan/informasi.

    THE RHETORICAL TRADITION
    Retorika sebagai akar dari ilmu komunikasi yang paling tua diletakkan oleh orang-orang Syracuse, sebuah daerah koloni Yunani di Sicilia. Di daerah ini lama dikuasai oleh sistem pemerintahan tiran yang menindas rakyat dengan menyerobot tanah milik rakyat. Tahun 465 SM, rakyat berevolusi dan menegakkan demokrasi, namun menjadi permasalahan baru, bagaimana mengembalikan tanah rakyat yang sebelumnya dikuasai negara? Disinilah awal dari retorika. Syahputra, 2007 : 2, Dari sini juga terbentuk lima tahap penyusunan pidato (rhetoric) yang terkenal dengan The Five Canons of Rhetorics, yaitu invention (penemuan), dispisito (penyusunan), elocution (gaya), memorica (memori), pronuntation (penyampaian).
    Berlanjut ke abad XX, retorika banyak dipengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan modern. Ilmu psikologi dan sosiologi yang mulai mencampuri dan memberi pengaruh pada retorika. Secara perlahan istilah retorika bergeser menjadi speech, speech communication, oral communication, dan public speaking.
    Poin pentingnya menjelaskan tentang
    ·         Studi Public Speaking
    ·         Seni bicara yang menarik perhatian khalayak
    ·         Komunikasi satu arah (source > message)

    THE SEMIOTIC TRADITION
    Studi semiotika berhubungan dengan tanda (sign), kode (code), dan makna (meaning). Diskusi semiotika tidak terlepas dari dua tokoh perintis retorika,  yaitu Ferdinand Saussure dan Charles Sander Pierce. Saussure adalah pendiri strukturalisme yang menjelaskan makna yang muncul dari referensi pada sistem berbeda yang terstruktur dalam bahasa. Sebuah sistem pemaknaan dalam bahasa terdiri dari serangkaian sign (tanda) yang dianalisis menurut bagian-bagian penyusunannya, yaitu penanda (signifier) dan petanda (signified).
    Roland Barthez mengembangkan pemikiran Seassure dengan mengetengahkan dua level makna, denotative dan connotative. Denotasi adalah tingkat makna yang sudah diketahui khalayak, sedang konotasi  mengandung nilai ekspresif yang mucul dari sebuah urutan. Sebagai misal adalah Kerbau, secara denotasi kerbau adalah hewan berkaki empat dan sebagainya (sesuai deskripsi kerbau), sedang secara  konotasi orang jawa mensyakralkan kerbau karena dianggap mempunyai sesuatu yang lebih daripada binatang lain. Pemberian makna tersebut diproduksi melalui koncensi sosial yang disebut Barthez dengan mitos. Mitos disini dimaksutkan sebagai sebuah cara pemaknaan. Bhartez menyebutnya dengan tipe wicara (Barthez, 2007 : 152). Mitos merupakan kekuatas kumulatif yang mengandung nilai ekspresif dari sebuah urutan makna yang disepakati secara konvensional.
    Pierce (dalam Zoest, 1978) memandang semiotika menjadi tiga jenis tanda, yaitu icon (ikon), index (indeks), dan symbol (lambang). Ikon adalah tanda yang menyerupai obyek atau benda yang menyerupai ciri tersebut. Ex. Penjual ice cream merias dirinya dengan bentuk ice cream. Indeks adalah tanda yang kebenarannya ditentukan oleh suatu denotatum/penanda. Ex. Tanda arah angin bertiup pada radar. Simbol merupakan hubungan antara tanda dengan denotatum/penanda yang dilakukan oleh suatu perlakuan yang berlaku secara umum melalui kesepakatan bersama. Ex. Di perempatan lampu merah, saat nyala lampu merah maka kendaraan berhenti, kuning berjalan dengan hati-hati, dan hijau berarti melaju terus.
    Poin penting menjelaskan tentang
    ·         Sign (tanda), dapat digunakan untuk memahami sesuatu
    ·         Kata juga merupakan tanda tetapi lebih jelas atau lebih spesifik, yang dinamai symbol
    ·         Symbol tidak mempunyai suatu hubungan dengan yang dideskripsikan
    ·         Makna dari symbol bersifat kontekstual
    ·         Tanda mengantarai makna
    ·         Fokus pada non verbal dan gambar-gambar

    THE SOCIO-CULTURAL TRADITION
    Poin pentingnya menjelaskan antara lain :
    ·         Premis: People talk, production & reproduction culture.
    ·         Sebagian besar orang berpendapat bahwa kata-kata merefleksikan kenyataan (what actually exist).
    ·         Pandangan kita terhadap realitas dibentuk oleh bahasa yang kita gunakan sejak kita masih kecil
    ·         Struktur dari budaya-bahasa membentuk apa yang orang pikirkan dan lakukan
    ·         Struktur bahasa mencerminkan budaya
    ·         Bahasa menstrukturisasi persepsi kita terhadap realitas
    ·         Realitas itu diproduksi, dipelihara, diperbaiki dan ditransformasi

    THE CRITICAL TRADITION
    Poin penting menjelaskan
    Poin pentingnya menjelaskan antara lain :
    ·         Komunikasi: ketidakadilan (eksploitasi)
    ·         Kontrol bahasa (melawan bentuk emansipasi)
    ·         Media Industry
    ·         Berasal dari Frankfurt School (Jerman)
    ·         Menjelaskan tentang ciri masyarakat yang modern (saat ini)
    ·         Menyajikan gagasan:
    ·         Language & power imbalance (feminist scholars), mengkritik
    ·         dominasi laki-laki dalam penggunaan & gatekeepers dalam komunikasi
    ·         Cultures industries & taking over many roles.
    ·         Sympathy & stimulate praxis

    THE PHENOMENOLOGICAL TRADITION
    Poin penting menjaskan tentang
    ·         Pengalaman subyektif
    ·         Kongruen
    ·         Empaty
    ·         Dialog
    ·         Menempatkan persepsi dan interpetasi berdasarkan pengalaman
    ·         subjektif seseorang
    ·         Individual’s story lebih penting dari hipotesis atau aksioma komunikasi
    ·         Rogers menggambarkan adanya 3 hal yang dapat menggambarkan perubahan kondisi personality & relationship: (1) congruence, (2) unconditional positive regard, (3) emphatic understanding.



  • IKLIM ORGANISASI
    Iklim Organisasi sebagai Suatu konsep yang merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai umum, norma, sikap tingkah laku dan perasaan anggota terhadap suatu sistem sosial. -Tagiuri (1968)


  • IKLIM DAN BUDAYA ORGANISASI
    IKLIM ORGANISASI
    Iklim Organisasi sebagai Suatu konsep yang merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai umum, norma, sikap tingkah laku dan perasaan anggota terhadap suatu sistem sosial. -Tagiuri (1968)

    DIMENSI IKLIM ORGANISASI
    RASA TANGGUNG JAWAB. Ada tanggung jawab pada tiap anggota terhadap pekerjaannya, agar dapat bekerja secara maksimal dalam organisasinya.
    STANDAR ATAU HARAPAN TENTANG KUALITAS PEKERJAAN
    GANJARAN ATAU REWARD
    RASA PERSAUDARAAN
    SEMANGAT TIM. Dikarenakan dalam organisasi lebih mementingkan pada perilaku kelompok atau teamwork.

    IKLIM KOMUNIKASI
    Iklim Komunikasi yang penuh persaudaraan mendorong para anggota dalam organisasi berkomunikasi secara terbuka, rileks, dan ramah tamah.

    DIMENSI IKLIM ORGANISASI
    SUPPORTIVENESS. Bawahan mengamati bahwa hubungan komunikasi mereka dengan atasan membantu mereka membangun dan menjaga perasaan diri berharga dan penting)
    PARTISIPASI MEMBUAT KEPUTUSAN
    KEPERCAYAAN, dapat dipercaya dan dapat menyimpan rahasia
    KETERBUKAAN DAN KETERUSTERANGAN
    Tujuan Kinerja Yang Tinggi, pada tingkat mana tujuan kinerja dikomunikasikan dengan jelas kepada anggota organisasi

    IKLIM SUPPORTIVENESS
    DESKRIPSI : memfokuskan pesan mereka kepada kejadian yang dapat diamati daripada evaluasi secara subjektif atau emosional
    ORIENTASI MASALAH : memfokuskan komunikasi pada pemecahan masalah scr bersama-sama
    SPONTANITAS : berkomunikasi dgn sopan dlm merespon situasi yg terjadi
    EMPATI : perhatian dan pengertian thd anggota lainnya
    KESAMAAN : memperlakukan anggota lain sbg teman, tidak menekankan pd kedudukan/kekuasaan
    PROFESIONALISME : fleksibel, menyesuaikan diri pada situasi komunikasi yg berbeda-beda

    KEPUASAN KOMUNIKASI ORGANISASI
    Adalah tiingkat kepuasan semua anggota organisasi dalam mempresepsi komunikasi keseluruhan.

    FAKTOR KEPUASAN KOMUNIKASI ORGANISASI
    1. Kepuasan dengan pekerjaan
    2. Kepuasan dengan ketepatan informasi
    3. Kepuasan dengan kemampuan seseorang yang menyarankan penyempurnaan
    4. Kepuasan dengan efisiensi bermacam-macam saluran komunikasi
    5. Kepuasan dengan kualitas media
    6. Kepuasan dengan cara komunikasi teman sekerja
    7. Kepuasan dengan keterlibatan dalam komunikasi organisasi sebagai suatu kesatuan

    BUDAYA ORGANISASI
    Merupakan suatu sistem nilai, kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur sistem formalnya untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi  -Sarplin (1995)
    Merupakan norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi  - Luthans (1998)
    Sebagai nilai-nilai dominan yang disebarluaskan dalam organisasi yang dijadikan filosofi kerja karyawan yang menjadi panduan bagi kebijakan organisasi dalam mengelola karyawan dan konsumen – Robbins (2001)

    FUNGSI BUDAYA ORGANISASI
    PAUL ROBBINS (2001)
    ·         Budaya menciptakan perbedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain
    ·         Budaya membawa suatu ras identitas bagi anggota2 organisasi
    ·         Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yg lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang
    ·         Budaya merupakan perekat sosial
    ·         Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yg memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan

    SUNARTO
    1)      PENGIKAT ORGANISASI : pengikat seluruh komponen organisasi
    2)      INTEGRATOR : menyatukan keberagaman
    3)      IDENTITAS ORGANISASI : misal pd logo perusahaan
    4)      ENERGI UTK MENCAPAI KINERJA YG TINGGI : misal bekerja dalam tim
    5)      CIRI KUALITAS : representasi dari ciri kualitas yg berlaku
    6)      MOTIVATOR : pemberi semangat bg anggota organisasi
    7)      PEDOMAN GAYA KEPEMIMPINAN : keberhasilan kepemimpinan krn memiliki visi dan misi yg kuat. Pemimpin yg bs membawa keluar dr krisis
    8)      VALUE ENHACER : meningkatkan nilai dari stakeholders-nya

    KARAKTERISTIK BUDAYA ORGANISASI
    a)      Kepemimpinan : proses mempengaruhi segala aktivitas ke arah pencapaian suatu tujuan organisasi
    b)      Inovasi : menerapkan cara-cara baru melalui eksperimen
    c)       Inisiatif Individu : meliputi tanggungjawab, kebebasan dan independensi dari masing2 anggota organisasi
    d)      Toleransi terhadap resiko : manusia didorong untuk lebih agresif, inovatif dan mampu dalam menghadapi resiko dlm pekerjaan
    e)      Pengarahan : menentukan sasaran dan harapan thd SDM atas hasil kerjanya
    f)       Integrasi : adanya kesatuan dan kerja sama antar unit dlm organisasi
    g)      Dukungan Manajemen : berupa komunikasi, bantuan dan dukungan pd bawahannya
    h)      Pengawasan : peraturan2 dan supervise thd perilaku anggota organisasi
    i)        Identitas : pemahaman anggota organisasi yg memihak kpd organisasi
    j)        Sistem Penghargaan : ttg alokasi balas jasa : gaji, promosi
    k)      Toleransi thd Konflik : toleransi tinggi dpt mengurangi konflik
    l)        Pola Komunikasi : komunikasi terbatas pd hirarki formal yg ada

    TIPE BUDAYA ORGANISASI
    AKADEMI. Dimana perusahaan menyukai lulusan muda yang diberi pelatihan. Karena yang dibutuhkan adalah karyawan yang lebih cermat, teliti, dan detail dalam memecahkan masalah.
    KLUB. Perusahaan menyukai karyawan yang setia dan berkomitmen tinggi, serta mengutamakan kerja sama tim.
    TIM BISBOL. Perusahaan berorientasi bagi para pengambilan resiko dan inovasi perusahaan. Perusahaan cenderung mencari orang-orang yang berbakat dan berprestasi.
    BENTENG. Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yg sudah baik karena dirasa budaya tersebut sudah sejalan dengan visi dan misi perusahaan.





  • Komunikasi adalah proses tukar menukar pesan baik verbal maupun non verbal dari komunikator kepada komunikan untuk mengubah perilaku. Dapat disimpulkan, komunikasi itu merupakan proses persuasi. Komunikasi dikatakan efektif apabila pesan komunikator dapat tersampaikan dengan baik oleh komunikan.


  • Ranuwijaya, Utang. 1996. Ilmu Hadits. Jakarta: Gaya Media Pratama.

    HADITS PADA MASA RASULULLAH SAW
    Periode: 13 Sebelum Hijriyah s.d. 11 Hijriyah / 610 s.d. 632 M. 23 tahun.
    Merupakan masa penurunan wahyu (‘ashr al-wahyi) dan masa pertumbuhan hadits. Wahyu yang diturunkan Allah kepada Rasul dijelaskan melalui perkataan (aqwal), perbuatan (af’al), dan ketetapan (taqarir) kepada para sahabat.


  • Prinsip-prinsip komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh masing-masing pakar. Deddy  Mulyana, Ph.D. membuat istilah prinsip-prinsip komunikasi dimana terdapat 12 prinsip komunikasi

  • MUHAMMAD IBN ABDULLAH, S.I.Kom.

    Mengapa judul tulisan ini seperti itu? Itu sengaja saya berikan, karena bentuk terima kasih terhadap seseorang yang mempunyai jasa besar di dunia namun tidak menempuh jenjang pendidikan sarjana seperti apa yang saya lakukan. Moh Hatta saja tanpa sekolah diberi gelar insinyur, padahal dia hanya merubah bagian kecil dari dunia (Indonesia).

    SEJARAH PR (PUBLIC RELATIONS)
    Public relations yang dikenal dengan Humas adalah hasil dari perkembangan praktik humas pada masa lalu. PR merupakan kegiatan yang dari dulu sudah ada dan dilakukan sejak berabad-abad yang lalu. Namun manusia terlambat menyadari keberadaan PR tersebut.
    PR berusia sama dengan usia peradaban manusia. Bahkan orang-orang primitive sudah menerapkan dan mengetahui seberapa pentingnya PR. Hanya saja mereka belum mempunyai istilah yang pas untuk menamai kegiatan ini. Jika diamati, unsure-unsur bertukar informasi, membujuk, dan mengintegrasikan masyarakat sudah terjadi sejak dulu. Ini terbukti dengan harmonisnya hubungan antar manusia, antar kelompok, maupun manusia dengan kelompok di dalam pergaulan mereka. Hal tersebut terjadi karena adanya kesepakatan antara kedua belah pihak yang saling pengertian, saling menguntungkan antara kedua belah pihak, dan keuntungan berupa kesenangan antar keduanya.
    Public relations memang mulai dikenal pada abad 20-an. Namun secara historis, tehnik-tehnik PR sudah diterapkan sejak zaman dulu. Dan lagi-lagi saya pertegas, manusia terlambat menyadari kegiatan PR ini.
    Dalam sejarah islam, sejarah PR terjadi tatkala Rasul (Muhammad saw) mengutus Ja’far bin Abu Tholib, selaku ketua delegasi umat Islam pada tahun 1 H, untuk menyampaikan dakwah kepada Raja Najasyi di Habsyah. Seain itu beberapa peristiwa PR terjadi pada ceremonial kedatangan Nabi Sulaiman as yang disambut meriah oleh Ratu Balqis karena Nabi Sulaiman diistimewakan oleh Ratu Bilqis. Acara penyambutan tersebut menerapkan praktik PR dalam bidang protokoler, dimana susunan acara disusun secara rapi. Seremonial acara juga menerapkan kegiatan PR seperti adanya penyambutan, adanya MC (Master of Ceremony), dan adanya kepanitiaan yang dibentuk. Acara ini meremajakan Nabi Sulaiman, disertai dengan tujuan agar Nabi Sulaiman merasa dihargai oleh Ratu Balqis. Ratu Balqis-pun menjaga citranya sebagai seorang putri yang kaya raya dan penuh tata krama.
     Aktivitas PR juga diterapkan oleh Ratu Cleopatra saat menjamu kedatangan Mark Anthony. Kedatangan Mark Anthony disambut dengan meriah oleh Cleopatra dengan menunjuk lokasi di tepi sungai Nil. Cleopatra ingin menujukkan keindahan Nil dan menunjukkan keindahan serta kelembutannya sebagai seorang perempuan. Hal ini merupakan pencitraan yang dilakukan oleh Cleopatra untuk Mark Anthony. Cleopatra menginginkan agar pertemuannya dengan Anthony dapat berlanjut dengan hubungan kerjasama yang baik dan menguntungkan keduanya. Cleopatra sebagai pembeli dan Mark sebagai penjual. Kaitan dalam komunikasi adalah “pesan pertama merupakan hal yang penting untuk hubungan selanjutnya”. Artinya jika kesan pertama buruk maka kerjasama itu tidak akan terwujud.
    Praktek selanjutnya dilakukan oleh Gilda. Gilda adalah sekumpulan orang yang mempunyai mata pencaharian sama yaitu berdagang. Awal mulanya mereka berkumpul membentuk organisasi untuk mengurangi persaingan internal (antar anggota) maupun persaingan eksternal (persaingan dagang keluar).  Mereka meningkatkan produksi dan memperluas pasar untuk mendapat keuntungan yang besar. Cara mereka memperluas pasar dengan memberikan informasi kepada khalayak umum sebanyak-banyaknya mengenai apa yang mereka jual. Informasi yang di-share kepada public ini adalah keunggulan produk mereka yang dapat memikat pembeli. Hal ini mempresentasikan PR dalam peranannya sebagai komunikator. Mereka menyebar informasi sebanyak mungkin mengenai produk mereka agar tujuan dari Gilda dapat tercapai, yakni mendapat laba sebesar-besarnya.
    Pada abad XVIII adalah Thomas Jefferson yang menyampaikan istilah Public Relations pada kongres X yang dilaksanakan di Amerika Serikat tahun 1807. Saat itu istilah PR disampaikan Jefferson dan dihubungkan dengan Foreign Relations.
    Tahun 1882, di Yale Law School, digunakan istilah PR dalam pidato sambutan dengan judul “The Public Relations and Duties of The Legal Profession”. Istilah ini juga tercantum dalam The Yearbook of Railway Literature tahun 1897, dimana penggunaan ini digunakan dengan menghubungkan American Railway.
    Kemudian Edward I. Bernays, menyampaikan kepada publik bahwa dirinya berhak diberi gelar The Father of Public Relations karena jasanya mengenalkan kepada dunia tentang PR. Dia memberikan julukan kepada dirinya sendiri karena jasanya mengenalkan istilah PR melalui bukunya Crystallizing Public Opinion yang terbit tahun 1923. Akan tetapi ada juga yang menganggap penemu Modern Public Relations adalah Ivy Lee. Karena pada tahun 1921 ia telah memulai menerbitkan sebuah bulletin dengan nama Public Relations di NY. Sebelumnya Ivy Lee sudah dikenal oleh masyarakat luas karena jasanya kepada Pennsylvania Railroad. Sebuah perusahaan perkeretaapian dimana Lee menjabat sebagai Executive assistant to the president, dan hal itu merupakan pengangkatan pertama kali seorang PR dengan tingkat Policy Making. Dengan masuknya Lee, perusahaan mampu memperoleh keuntungan yang sangat besar. Oleh karena itu sebagian orang  menyebut bapak Public Relation adalah Ivy Lee.

    PR (PUBLIC RELATION) DALAM ISLAM
     Dalam Tadzkiratud Daulat karya Ustadz Bahiyul Khuli mendefinisikan dakwah sebagai suatu sistem komunikasi yang ditimbulkan dari interaksi antara individu maupun kelompok manusia yang bertujuan memindahkan umat dari situasi yang negative (Jahiliyah) ke situasi yang positif. Definisi ini sama dengan makna dari Public Relations, yaitu komunikasi yangn bertujuan untuk menciptakan hubungan harmonis antara perusahaan/intuisi dan publiknya, serta untuk menciptakan opini publik yang positif mengenai perusahaan tersebut.
    PR dalam islam memang identik dengan dakwah yang bertujuan untuk mengenalkan islam pada manusia. Pada era Rasul, sejarah PR bermula saat Rasul memerintahkan Ja’far bin Abu Tholib untuk menyampaikan dakwah kepada Raja Najasyi di Habsyah, seperti yang sudah diulas di atas.
    Landasan nabi memilih Ja’far bin Abu Tholib karena Ja’far merupakan seorang (PR) yang tepat dalam mengemban misi tersebut. Ia dipercaya memiliki kriteria PR yang baik. Misalnya Ja’far mempunyai kemampuan dalam ilmu perbandingan agama, menghafal Qur’an, memiliki nalar akademik yang sistematis, maupun kemampuan retorika yang mampu mengikat lawan bicara. Itulah penugasan pertama dari penerapan PR dalam Islam.
    Memang tidak dapat dipungkiri, orang yang paling sukses menjadi PR adalah Muhammad saw, dengan dakwah islam yang mampu diterima publik. Muhammad saw mempunyai potensi yang luar biasa yang mendasari Michael H. Hart -seorang penulis barat- dalam bukunya yang terkenal, “The 100 Ranking of Most Influental Person in History”, menempatkan nama Nabi Muhammad di posisi wahid. Hal ini tidak lepas dari kegemilangan Muhammad dalam memimpin dan menyebarkan islam.
    Seperti yang kita ketahui bahwa Muhammad berhasil menyebarluaskan islam dengan singkat ke seluruh dunia. Dalam proses penyebarluasan itu juga melalui berbagai rintangan. Namun pada akhirnya dunia menyaksikan islam  dalam waktu singkat. Yang kemudian merambat dari Arab menyebar menyusuri wilayah Asia, Afrika, hingga di seberang Eropa.
    Menurut L. Stoddart dalam bukunya The New World of Islam menyatakan, bangkitnya islam merupakan suatu peristiwa paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Hanya dengan waktu singkat –satu abad- islam hampir mengenangi seluruh bagian bumi. Dari sebuah suku yang terbelakang dan berada di padang tandus, islam mampu menghancurkan kerajaan-kerajaan besar dan memusnahkan beberapa agama besar yang sudah bernama sebelumnya. Muhammad mengadakan revolusi berfikir dalam jihad an bangsa, serta membina satu dunia baru, yaitu dunia Islam.
    Pertama kali Rasul berdakwah, masyarakat islam berada dalam kejahiliyahan dan mempunyai moral yang buruk. Sementara peradaban Arab tidak mempunyai nilai sama sekali. Dari situasi itulah Muhammad mendapat utusan dari Allah untuk membenahi moral dan budi pekerti mereka. Dan Rasul tentunya berhasil dan merubah suasana arab dari kejahiliyahan menjadi masyarakat yang beriman dan bertauhid. Merekapun (tabi’in) mulai menjadi pengikut setia Nabi Muhammad saw.
    Kesuksesan inilah yang menjadi pekerjaan bagi peneliti sejarah. Kesuksesan inilah yang perlu dipelajari dan diketaui sebagai pedoman bagi pelaku public relations mengenai sifat dan sikap nabi Muhammad dalam berdakwah, mengajak manusia ke jalan yang benar dengan mengadakan komunikasi dengan mereka. Sehingga tujuan dari perluasan islam dapat tercapai.

    Literasi
    Firdaus, Iqra. 2013. Kiat Hebar Public Relations ala Nabi Muhammad Saw. Yogyakarta: Diva Press.
    Stoddart, L. 1996. The New World of Islam. Jakarta: Panitia Penerbit.

  • MUHAMMAD IBN ABDULLAH IBN ABDUL MUTHOLIB, S.I.Kom.I.

    Mengapa judul tulisan ini seperti itu? Itu sengaja saya berikan, karena bentuk terima kasih terhadap seseorang yang mempunyai jasa besar di dunia namun tidak menempuh jenjang pendidikan sarjana seperti apa yang saya lakukan. Moh Hatta saja tanpa sekolah diberi gelar insinyur, padahal dia hanya merubah bagian kecil dari dunia (Indonesia).




  • Pesan komunikasi internasional terdapat dalam diplomasi yang menanggapi berbagai isu global. Pesan tersebut mempunyai tujuan tertentu, sehingga dalam penyampaiannya memperhatikan pertimbangan diplomasi tertentu pula. Komunikasi politik harus intentionally persuasive.[1] itu berarti pesan-pesan yang dikemas harus mengandung tujuan (persuasive) dengan menggunakan kata-kata yang tepat guna memperoleh tanggapan dan respons dari komunikan. Karakteristik pesan dalam komunikasi internasional bersifat padat, singkat, ringkas, sopan, persuasive, dan tidak mengandung bias.

  • Psikologi Komunikasi, bukan Komunikasi Psikologi. Secara harfiah pengertian dari Psikologi dan Komunikasi itu sudah pasti dan paten. Namun dalam perangkaian yang berbeda akan menjadikan perbedaan maksud dan tujuan. Psikologi Komunikasi merupakan ilmu yang berusaha untuk mengurai, meramal, dan mengendalikan peristiwa mental dan kebiasaan dalam berkomunikasi.



  • Opo iku komunikasi antar manusia? Manusia ki wes mesti komunikasi, lha tapi kenopo isih  sinau komunikasi antar manusia? opo iku? wah jan, ilmu ki saiki wes ono werno-werno yo, wong omongan wae kudu diperhatekno dipelajari. Waaaaah jaan, simak waelah, wedhusi!

Comments

The Visitors says