Komunikasi muncul akibat adanya
interaksi sosial, digunakan untuk mempengaruhi orang lain. Tradisi ini
menjelaskan perkembangan ilmu komunikasi menyangkut hal-hal yang terkait dengan
hubungan antara perkembangan psikologi individu yang berdampak pada dinamika
sosial, begitu juga sebaliknya. Atau Komunikasi sebagai pembicaraan publik yang
menimbulkan wawasan dan berpengaruh pada sosial kultural.
Yang menjadi topik dalam tradisi ii antara lain:
·Pengaruh interpersonal
·Hubungan sebab akibat
·Prediksi efek komunikasi
·Elemen-elemen komunikasi
·Indikator efektif berupa
perubahan sikap
·Aspek penting seperti
kredibilitas komunikator
·Tradisi ini berdasarkan
pada perspektif scientific/objective
·Untuk mencapai tujuan
komunikasi, proses dilakukan secara hati-hati dan didasari oleh observasi
sistematis
·Keberhasilan komunikasi
ditentukan olehcause and effect relationship (casual links)
·Agar efektif, praktek
didasarkan pada pertanyaan “what can I do to get them to change”.
THE CYBERNETIC
TRADITION
Menganalogikan komunikasi sebagai kerja mekanik. Transfer pesan yang
dilakukan dengan berbagai standar kerja uang memiliki struktur dan dapat diukur
dalam beberapa kategori. Transfer pesan melalui jalinan komunikasi
dipenggal-pengga melalui beberapa sistem dalam sebuah suprasisttem. Berlanjut
tidaknya komunikasi tergantung pada feedback yang diberikan komunikator.
Sebagai misal adalah saat seseorang mencoba menghubungi operator telfon,
seperti pada gambar berikut.
Poin penting yang menjadi bahasan dalam tradisi ini adalah
·Proses komunikasi yang
terjadi yang diintepretasikan sebagai link connection (system), media system
·Transmisi informasi,
meliputi source > transmittion >
goal/ tujuan
·Ada aspek noise
(bagian dari sistem)
·Information refers to
reduce of uncertainly about a immediate future. Mengacu pada menurunnya
ketidakpastian tentang masa depan yang mutakhir.
·Channel capacity =
information + noise. Setiap saluran mempuyai keterbatasan dalam
mentransmisi pesan/informasi.
THE RHETORICAL
TRADITION
Retorika sebagai akar dari ilmu komunikasi yang paling tua diletakkan
oleh orang-orang Syracuse, sebuah daerah koloni Yunani di Sicilia. Di
daerah ini lama dikuasai oleh sistem pemerintahan tiran yang menindas rakyat
dengan menyerobot tanah milik rakyat. Tahun 465 SM, rakyat berevolusi dan
menegakkan demokrasi, namun menjadi permasalahan baru, bagaimana mengembalikan
tanah rakyat yang sebelumnya dikuasai negara? Disinilah awal dari retorika.
Syahputra, 2007 : 2, Dari sini juga terbentuk lima tahap penyusunan pidato (rhetoric)
yang terkenal dengan The Five Canons of Rhetorics, yaitu invention (penemuan), dispisito (penyusunan),
elocution (gaya), memorica (memori), pronuntation (penyampaian).
Berlanjut ke abad XX, retorika banyak dipengaruhi perkembangan ilmu
pengetahuan modern. Ilmu psikologi dan sosiologi yang mulai mencampuri dan
memberi pengaruh pada retorika. Secara perlahan istilah retorika bergeser
menjadi speech, speech
communication, oral communication, dan public speaking.
Poin pentingnya menjelaskan tentang
·Studi Public Speaking
·Seni bicara yang menarik
perhatian khalayak
·Komunikasi satu arah (source
> message)
THE SEMIOTIC
TRADITION
Studi semiotika berhubungan dengan tanda (sign), kode (code), dan makna (meaning).
Diskusi semiotika tidak terlepas dari dua tokoh perintis retorika, yaitu Ferdinand Saussure dan Charles Sander
Pierce. Saussure adalah pendiri strukturalisme yang menjelaskan makna yang
muncul dari referensi pada sistem berbeda yang terstruktur dalam bahasa. Sebuah
sistem pemaknaan dalam bahasa terdiri dari serangkaian sign (tanda) yang
dianalisis menurut bagian-bagian penyusunannya, yaitu penanda (signifier)
dan petanda (signified).
Roland Barthez mengembangkan pemikiran Seassure dengan mengetengahkan
dua level makna, denotative dan connotative.
Denotasi adalah tingkat makna yang sudah diketahui khalayak, sedang
konotasi mengandung nilai ekspresif yang
mucul dari sebuah urutan. Sebagai misal adalah Kerbau, secara denotasi kerbau
adalah hewan berkaki empat dan sebagainya (sesuai deskripsi kerbau), sedang
secara konotasi orang jawa mensyakralkan
kerbau karena dianggap mempunyai sesuatu yang lebih daripada binatang lain.
Pemberian makna tersebut diproduksi melalui koncensi sosial yang disebut
Barthez dengan mitos. Mitos disini dimaksutkan sebagai sebuah cara pemaknaan.
Bhartez menyebutnya dengan tipe wicara (Barthez, 2007 : 152). Mitos merupakan
kekuatas kumulatif yang mengandung nilai ekspresif dari sebuah urutan makna
yang disepakati secara konvensional.
Pierce (dalam Zoest, 1978) memandang semiotika menjadi tiga jenis
tanda, yaitu icon (ikon), index (indeks), dan symbol
(lambang). Ikon adalah tanda yang menyerupai obyek atau benda yang
menyerupai ciri tersebut. Ex. Penjual ice cream merias dirinya dengan bentuk
ice cream. Indeks adalah tanda yang kebenarannya ditentukan oleh suatu
denotatum/penanda. Ex. Tanda arah angin bertiup pada radar. Simbol merupakan
hubungan antara tanda dengan denotatum/penanda yang dilakukan oleh suatu
perlakuan yang berlaku secara umum melalui kesepakatan bersama. Ex. Di
perempatan lampu merah, saat nyala lampu merah maka kendaraan berhenti, kuning
berjalan dengan hati-hati, dan hijau berarti melaju terus.
Poin penting menjelaskan tentang
·Sign (tanda), dapat
digunakan untuk memahami sesuatu
·Kata juga merupakan tanda
tetapi lebih jelas atau lebih spesifik, yang dinamai symbol
·Symbol tidak
mempunyai suatu hubungan dengan yang dideskripsikan
·Makna dari symbol
bersifat kontekstual
·Tanda mengantarai makna
·Fokus pada non verbal dan
gambar-gambar
THE SOCIO-CULTURAL TRADITION
Poin pentingnya menjelaskan antara lain
:
·Premis: People talk, production
& reproduction culture.
·Sebagian besar orang berpendapat bahwa
kata-kata merefleksikan kenyataan (what actually exist).
·Pandangan kita terhadap realitas
dibentuk oleh bahasa yang kita gunakan sejak kita masih kecil
·Struktur dari budaya-bahasa membentuk
apa yang orang pikirkan dan lakukan
·Struktur bahasa mencerminkan budaya
·Bahasa menstrukturisasi persepsi kita
terhadap realitas
·Realitas itu diproduksi, dipelihara,
diperbaiki dan ditransformasi
THE CRITICAL
TRADITION
Poin penting menjelaskan
Poin
pentingnya menjelaskan antara lain :
·Komunikasi: ketidakadilan (eksploitasi)
·Kontrol bahasa (melawan bentuk
emansipasi)
·Media Industry
·Berasal dari Frankfurt School (Jerman)
·Menjelaskan tentang ciri masyarakat
yang modern (saat ini)
·Menyajikan gagasan:
·Language & power imbalance
(feminist scholars), mengkritik
·dominasi laki-laki dalam penggunaan
& gatekeepers dalam komunikasi
·Cultures industries & taking over
many roles.
·Sympathy & stimulate praxis
THE
PHENOMENOLOGICAL TRADITION
Poin penting menjaskan tentang
·Pengalaman subyektif
·Kongruen
·Empaty
·Dialog
·Menempatkan persepsi dan interpetasi berdasarkan
pengalaman
·subjektif seseorang
·Individual’s story lebih penting dari hipotesis atau aksioma komunikasi
·Rogers menggambarkan adanya 3 hal yang dapat
menggambarkan perubahan kondisi personality & relationship: (1)
congruence, (2) unconditional positive regard, (3) emphatic understanding.
IKLIM ORGANISASI
Iklim
Organisasi sebagai Suatu konsep yang merefleksikan isi dan kekuatan dari
nilai-nilai umum, norma, sikap tingkah laku dan perasaan anggota terhadap suatu
sistem sosial. -Tagiuri (1968)
IKLIM DAN
BUDAYA ORGANISASI
IKLIM ORGANISASI
Iklim
Organisasi sebagai Suatu konsep yang merefleksikan isi dan kekuatan dari
nilai-nilai umum, norma, sikap tingkah laku dan perasaan anggota terhadap suatu
sistem sosial. -Tagiuri (1968)
DIMENSI IKLIM ORGANISASI
RASA
TANGGUNG JAWAB. Ada tanggung jawab pada tiap anggota terhadap pekerjaannya,
agar dapat bekerja secara maksimal dalam organisasinya.
STANDAR ATAU
HARAPAN TENTANG KUALITAS PEKERJAAN
GANJARAN
ATAU REWARD
RASA
PERSAUDARAAN
SEMANGAT TIM.
Dikarenakan dalam organisasi lebih mementingkan pada perilaku kelompok atau teamwork.
IKLIM KOMUNIKASI
Iklim
Komunikasi yang penuh persaudaraan mendorong para anggota dalam organisasi
berkomunikasi secara terbuka, rileks, dan ramah tamah.
DIMENSI IKLIM ORGANISASI
SUPPORTIVENESS.
Bawahan mengamati bahwa hubungan komunikasi mereka dengan atasan membantu
mereka membangun dan menjaga perasaan diri berharga dan penting)
PARTISIPASI
MEMBUAT KEPUTUSAN
KEPERCAYAAN,
dapat dipercaya dan dapat menyimpan rahasia
KETERBUKAAN
DAN KETERUSTERANGAN
Tujuan Kinerja
Yang Tinggi, pada tingkat mana tujuan kinerja dikomunikasikan dengan jelas
kepada anggota organisasi
IKLIM SUPPORTIVENESS
DESKRIPSI : memfokuskan pesan
mereka kepada kejadian yang dapat diamati daripada evaluasi secara subjektif
atau emosional
ORIENTASI MASALAH :
memfokuskan komunikasi pada pemecahan masalah scr bersama-sama
SPONTANITAS : berkomunikasi
dgn sopan dlm merespon situasi yg terjadi
EMPATI : perhatian dan
pengertian thd anggota lainnya
KESAMAAN : memperlakukan
anggota lain sbg teman, tidak menekankan pd kedudukan/kekuasaan
PROFESIONALISME : fleksibel,
menyesuaikan diri pada situasi komunikasi yg berbeda-beda
KEPUASAN KOMUNIKASI ORGANISASI
Adalah
tiingkat kepuasan semua anggota organisasi dalam mempresepsi komunikasi
keseluruhan.
FAKTOR KEPUASAN KOMUNIKASI ORGANISASI
Kepuasan dengan pekerjaan
Kepuasan dengan ketepatan informasi
Kepuasan dengan kemampuan seseorang
yang menyarankan penyempurnaan
Kepuasan dengan efisiensi bermacam-macam
saluran komunikasi
Kepuasan dengan kualitas media
Kepuasan dengan cara komunikasi
teman sekerja
Kepuasan dengan keterlibatan dalam
komunikasi organisasi sebagai suatu kesatuan
BUDAYA ORGANISASI
Merupakan
suatu sistem nilai, kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang
saling berinteraksi dengan struktur sistem formalnya untuk menghasilkan
norma-norma perilaku organisasi -Sarplin
(1995)
Merupakan
norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi - Luthans (1998)
Sebagai
nilai-nilai dominan yang disebarluaskan dalam organisasi yang dijadikan
filosofi kerja karyawan yang menjadi panduan bagi kebijakan organisasi dalam
mengelola karyawan dan konsumen – Robbins (2001)
FUNGSI BUDAYA ORGANISASI
PAUL ROBBINS (2001)
·Budaya menciptakan
perbedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain
·Budaya membawa suatu ras
identitas bagi anggota2 organisasi
·Budaya mempermudah
timbulnya komitmen pada sesuatu yg lebih luas daripada kepentingan diri
individual seseorang
·Budaya merupakan perekat
sosial
·Budaya sebagai mekanisme
pembuat makna dan kendali yg memandu dan membentuk sikap serta perilaku
karyawan
SUNARTO
1)PENGIKAT ORGANISASI : pengikat seluruh komponen organisasi
2)INTEGRATOR : menyatukan keberagaman
3)IDENTITAS ORGANISASI : misal pd logo perusahaan
4)ENERGI UTK MENCAPAI KINERJA YG TINGGI : misal bekerja dalam tim
5)CIRI KUALITAS : representasi dari ciri kualitas yg berlaku
6)MOTIVATOR : pemberi semangat bg anggota organisasi
7)PEDOMAN GAYA KEPEMIMPINAN : keberhasilan kepemimpinan krn
memiliki visi dan misi yg kuat. Pemimpin yg bs membawa keluar dr krisis
8)VALUE ENHACER : meningkatkan nilai dari stakeholders-nya
KARAKTERISTIK BUDAYA ORGANISASI
a)Kepemimpinan : proses mempengaruhi segala aktivitas ke
arah pencapaian suatu tujuan organisasi
b)Inovasi : menerapkan cara-cara baru melalui eksperimen
c)Inisiatif Individu : meliputi tanggungjawab, kebebasan
dan independensi dari masing2 anggota organisasi
d)Toleransi terhadap resiko : manusia didorong untuk lebih
agresif, inovatif dan mampu dalam menghadapi resiko dlm pekerjaan
e)Pengarahan : menentukan sasaran dan harapan thd SDM atas
hasil kerjanya
f)Integrasi : adanya kesatuan dan kerja sama antar unit dlm
organisasi
g)Dukungan Manajemen : berupa komunikasi, bantuan dan
dukungan pd bawahannya
h)Pengawasan : peraturan2 dan supervise thd perilaku
anggota organisasi
i)Identitas :
pemahaman anggota organisasi yg memihak kpd organisasi
j)Sistem Penghargaan :
ttg alokasi balas jasa : gaji, promosi
k)Toleransi thd Konflik : toleransi tinggi dpt mengurangi
konflik
l)Pola Komunikasi :
komunikasi terbatas pd hirarki formal yg ada
TIPE BUDAYA ORGANISASI
AKADEMI. Dimana perusahaan menyukai lulusan muda yang diberi
pelatihan. Karena yang dibutuhkan adalah karyawan yang lebih cermat, teliti,
dan detail dalam memecahkan masalah.
KLUB. Perusahaan menyukai karyawan
yang setia dan berkomitmen tinggi, serta mengutamakan kerja sama tim.
TIM BISBOL. Perusahaan berorientasi bagi
para pengambilan resiko dan inovasi perusahaan. Perusahaan cenderung mencari orang-orang
yang berbakat dan berprestasi.
BENTENG. Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya
yg sudah baik karena dirasa budaya tersebut sudah sejalan dengan visi dan misi
perusahaan.
Komunikasi adalah proses
tukar menukar pesan baik verbal maupun non verbal dari komunikator kepada
komunikan untuk mengubah perilaku. Dapat disimpulkan, komunikasi itu
merupakan proses persuasi. Komunikasi dikatakan efektif apabila pesan
komunikator dapat tersampaikan dengan baik oleh komunikan.
Ranuwijaya, Utang.
1996. Ilmu Hadits. Jakarta: Gaya Media Pratama.
HADITS PADA MASA
RASULULLAH SAW
Periode: 13 Sebelum Hijriyah s.d. 11 Hijriyah / 610 s.d. 632 M. 23
tahun.
Merupakan masa penurunan wahyu (‘ashr al-wahyi) dan masa
pertumbuhan hadits. Wahyu yang diturunkan Allah kepada Rasul dijelaskan melalui
perkataan (aqwal), perbuatan (af’al), dan ketetapan (taqarir)
kepada para sahabat.
Prinsip-prinsip komunikasi
seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi mempunyai uraian yang beragam
sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh masing-masing pakar. Deddy
Mulyana, Ph.D. membuat istilah prinsip-prinsip komunikasi dimana terdapat 12
prinsip komunikasi
MUHAMMAD IBN ABDULLAH,
S.I.Kom.
Mengapa
judul tulisan ini seperti itu? Itu sengaja saya berikan, karena bentuk terima
kasih terhadap seseorang yang mempunyai jasa besar di dunia namun tidak
menempuh jenjang pendidikan sarjana seperti apa yang saya lakukan. Moh Hatta
saja tanpa sekolah diberi gelar insinyur, padahal dia hanya merubah bagian
kecil dari dunia (Indonesia).
SEJARAH PR (PUBLIC RELATIONS)
Public relations yang dikenal dengan Humas adalah hasil dari
perkembangan praktik humas pada masa lalu. PR merupakan kegiatan yang dari dulu
sudah ada dan dilakukan sejak berabad-abad yang lalu. Namun manusia terlambat
menyadari keberadaan PR tersebut.
PR berusia sama dengan usia peradaban manusia. Bahkan orang-orang primitive
sudah menerapkan dan mengetahui seberapa pentingnya PR. Hanya saja mereka belum
mempunyai istilah yang pas untuk menamai kegiatan ini. Jika diamati,
unsure-unsur bertukar informasi, membujuk, dan mengintegrasikan masyarakat
sudah terjadi sejak dulu. Ini terbukti dengan harmonisnya hubungan antar
manusia, antar kelompok, maupun manusia dengan kelompok di dalam pergaulan
mereka. Hal tersebut terjadi karena adanya kesepakatan antara kedua belah pihak
yang saling pengertian, saling menguntungkan antara kedua belah pihak, dan keuntungan
berupa kesenangan antar keduanya.
Public relations memang mulai dikenal pada abad 20-an. Namun
secara historis, tehnik-tehnik PR sudah diterapkan sejak zaman dulu. Dan
lagi-lagi saya pertegas, manusia terlambat menyadari kegiatan PR ini.
Dalam sejarah islam, sejarah PR terjadi tatkala Rasul (Muhammad saw)
mengutus Ja’far bin Abu Tholib, selaku ketua delegasi umat Islam pada tahun 1
H, untuk menyampaikan dakwah kepada Raja Najasyi di Habsyah. Seain itu beberapa
peristiwa PR terjadi pada ceremonial kedatangan Nabi Sulaiman as yang
disambut meriah oleh Ratu Balqis karena Nabi Sulaiman diistimewakan oleh Ratu
Bilqis. Acara penyambutan tersebut menerapkan praktik PR dalam bidang
protokoler, dimana susunan acara disusun secara rapi. Seremonial acara juga menerapkan
kegiatan PR seperti adanya penyambutan, adanya MC (Master of Ceremony),
dan adanya kepanitiaan yang dibentuk. Acara ini meremajakan Nabi Sulaiman,
disertai dengan tujuan agar Nabi Sulaiman merasa dihargai oleh Ratu Balqis.
Ratu Balqis-pun menjaga citranya sebagai seorang putri yang kaya raya dan penuh
tata krama.
Aktivitas PR juga diterapkan
oleh Ratu Cleopatra saat menjamu kedatangan Mark Anthony. Kedatangan Mark
Anthony disambut dengan meriah oleh Cleopatra dengan menunjuk lokasi di tepi
sungai Nil. Cleopatra ingin menujukkan keindahan Nil dan menunjukkan keindahan
serta kelembutannya sebagai seorang perempuan. Hal ini merupakan pencitraan
yang dilakukan oleh Cleopatra untuk Mark Anthony. Cleopatra menginginkan agar
pertemuannya dengan Anthony dapat berlanjut dengan hubungan kerjasama yang baik
dan menguntungkan keduanya. Cleopatra sebagai pembeli dan Mark sebagai penjual.
Kaitan dalam komunikasi adalah “pesan pertama merupakan hal yang penting untuk
hubungan selanjutnya”. Artinya jika kesan pertama buruk maka kerjasama itu
tidak akan terwujud.
Praktek selanjutnya dilakukan oleh Gilda. Gilda adalah sekumpulan
orang yang mempunyai mata pencaharian sama yaitu berdagang. Awal mulanya mereka
berkumpul membentuk organisasi untuk mengurangi persaingan internal (antar
anggota) maupun persaingan eksternal (persaingan dagang keluar). Mereka meningkatkan produksi dan memperluas
pasar untuk mendapat keuntungan yang besar. Cara mereka memperluas pasar dengan
memberikan informasi kepada khalayak umum sebanyak-banyaknya mengenai apa yang
mereka jual. Informasi yang di-share kepada public ini adalah
keunggulan produk mereka yang dapat memikat pembeli. Hal ini mempresentasikan
PR dalam peranannya sebagai komunikator. Mereka menyebar informasi sebanyak
mungkin mengenai produk mereka agar tujuan dari Gilda dapat tercapai, yakni
mendapat laba sebesar-besarnya.
Pada abad XVIII adalah Thomas Jefferson yang menyampaikan istilah Public
Relations pada kongres X yang dilaksanakan di Amerika Serikat tahun 1807.
Saat itu istilah PR disampaikan Jefferson dan dihubungkan dengan Foreign Relations.
Tahun 1882, di Yale Law School, digunakan istilah PR dalam
pidato sambutan dengan judul “The Public Relations and Duties of The Legal
Profession”. Istilah ini juga tercantum dalam The Yearbook of Railway
Literature tahun 1897, dimana penggunaan ini digunakan dengan menghubungkan
American Railway.
Kemudian Edward I. Bernays, menyampaikan kepada publik bahwa dirinya
berhak diberi gelar The Father of Public Relations karena jasanya mengenalkan
kepada dunia tentang PR. Dia memberikan julukan kepada dirinya sendiri karena
jasanya mengenalkan istilah PR melalui bukunya Crystallizing Public Opinion
yang terbit tahun 1923. Akan tetapi ada juga yang menganggap penemu Modern
Public Relations adalah Ivy Lee. Karena pada tahun 1921 ia telah memulai
menerbitkan sebuah bulletin dengan nama Public Relations di NY.
Sebelumnya Ivy Lee sudah dikenal oleh masyarakat luas karena jasanya kepada Pennsylvania
Railroad. Sebuah perusahaan perkeretaapian dimana Lee menjabat sebagai Executive
assistant to the president, dan hal itu merupakan pengangkatan pertama kali
seorang PR dengan tingkat Policy Making. Dengan masuknya Lee, perusahaan
mampu memperoleh keuntungan yang sangat besar. Oleh karena itu sebagian orang menyebut bapak Public Relation adalah
Ivy Lee.
PR (PUBLIC RELATION)
DALAM ISLAM
Dalam Tadzkiratud Daulat
karya Ustadz Bahiyul Khuli mendefinisikan dakwah sebagai suatu sistem
komunikasi yang ditimbulkan dari interaksi antara individu maupun kelompok manusia
yang bertujuan memindahkan umat dari situasi yang negative (Jahiliyah)
ke situasi yang positif. Definisi ini sama dengan makna dari Public
Relations, yaitu komunikasi yangn bertujuan untuk menciptakan hubungan
harmonis antara perusahaan/intuisi dan publiknya, serta untuk menciptakan opini
publik yang positif mengenai perusahaan tersebut.
PR dalam islam memang identik dengan dakwah yang bertujuan untuk
mengenalkan islam pada manusia. Pada era Rasul, sejarah PR bermula saat Rasul
memerintahkan Ja’far bin Abu Tholib untuk menyampaikan dakwah kepada Raja
Najasyi di Habsyah, seperti yang sudah diulas di atas.
Landasan nabi memilih Ja’far bin Abu Tholib karena Ja’far merupakan
seorang (PR) yang tepat dalam mengemban misi tersebut. Ia dipercaya memiliki
kriteria PR yang baik. Misalnya Ja’far mempunyai kemampuan dalam ilmu
perbandingan agama, menghafal Qur’an, memiliki nalar akademik yang sistematis,
maupun kemampuan retorika yang mampu mengikat lawan bicara. Itulah penugasan
pertama dari penerapan PR dalam Islam.
Memang tidak dapat dipungkiri, orang yang paling sukses menjadi PR
adalah Muhammad saw, dengan dakwah islam yang mampu diterima publik. Muhammad
saw mempunyai potensi yang luar biasa yang mendasari Michael H. Hart -seorang
penulis barat- dalam bukunya yang terkenal, “The 100 Ranking of Most
Influental Person in History”, menempatkan nama Nabi Muhammad di posisi wahid.
Hal ini tidak lepas dari kegemilangan Muhammad dalam memimpin dan menyebarkan
islam.
Seperti yang kita ketahui bahwa Muhammad berhasil menyebarluaskan
islam dengan singkat ke seluruh dunia. Dalam proses penyebarluasan itu juga
melalui berbagai rintangan. Namun pada akhirnya dunia menyaksikan islam dalam waktu singkat. Yang kemudian merambat
dari Arab menyebar menyusuri wilayah Asia, Afrika, hingga di seberang Eropa.
Menurut L. Stoddart dalam bukunya The New World of Islam
menyatakan, bangkitnya islam merupakan suatu peristiwa paling menakjubkan dalam
sejarah manusia. Hanya dengan waktu singkat –satu abad- islam hampir mengenangi
seluruh bagian bumi. Dari sebuah suku yang terbelakang dan berada di padang
tandus, islam mampu menghancurkan kerajaan-kerajaan besar dan memusnahkan
beberapa agama besar yang sudah bernama sebelumnya. Muhammad mengadakan
revolusi berfikir dalam jihad an bangsa, serta membina satu dunia baru, yaitu
dunia Islam.
Pertama kali Rasul berdakwah, masyarakat islam berada dalam
kejahiliyahan dan mempunyai moral yang buruk. Sementara peradaban Arab tidak
mempunyai nilai sama sekali. Dari situasi itulah Muhammad mendapat utusan dari
Allah untuk membenahi moral dan budi pekerti mereka. Dan Rasul tentunya
berhasil dan merubah suasana arab dari kejahiliyahan menjadi masyarakat yang
beriman dan bertauhid. Merekapun (tabi’in) mulai menjadi pengikut setia
Nabi Muhammad saw.
Kesuksesan inilah yang menjadi pekerjaan bagi peneliti sejarah.
Kesuksesan inilah yang perlu dipelajari dan diketaui sebagai pedoman bagi
pelaku public relations mengenai sifat dan sikap nabi Muhammad dalam
berdakwah, mengajak manusia ke jalan yang benar dengan mengadakan komunikasi
dengan mereka. Sehingga tujuan dari perluasan islam dapat tercapai.
Literasi
Firdaus, Iqra. 2013. Kiat
Hebar Public Relations ala Nabi Muhammad Saw. Yogyakarta: Diva Press.
Stoddart, L. 1996. The
New World of Islam. Jakarta: Panitia Penerbit.
MUHAMMAD IBN ABDULLAH IBN ABDUL MUTHOLIB,
S.I.Kom.I.
Mengapa
judul tulisan ini seperti itu? Itu sengaja saya berikan, karena bentuk terima
kasih terhadap seseorang yang mempunyai jasa besar di dunia namun tidak
menempuh jenjang pendidikan sarjana seperti apa yang saya lakukan. Moh Hatta
saja tanpa sekolah diberi gelar insinyur, padahal dia hanya merubah bagian
kecil dari dunia (Indonesia).
Pesan komunikasi internasional terdapat dalam
diplomasi yang menanggapi berbagai isu global. Pesan tersebut mempunyai tujuan
tertentu, sehingga dalam penyampaiannya memperhatikan pertimbangan diplomasi
tertentu pula. Komunikasi politik harus intentionally persuasive.[1]
itu berarti pesan-pesan yang dikemas harus mengandung tujuan (persuasive)
dengan menggunakan kata-kata yang tepat guna memperoleh tanggapan dan respons
dari komunikan. Karakteristik pesan dalam komunikasi internasional bersifat
padat, singkat, ringkas, sopan, persuasive, dan tidak mengandung bias.
Psikologi
Komunikasi, bukan Komunikasi Psikologi. Secara harfiah pengertian dari
Psikologi dan Komunikasi itu sudah pasti dan paten. Namun dalam perangkaian
yang berbeda akan menjadikan perbedaan maksud dan tujuan. Psikologi Komunikasi
merupakan ilmu yang berusaha untuk mengurai, meramal, dan mengendalikan
peristiwa mental dan kebiasaan dalam berkomunikasi.
Opo iku komunikasi antar manusia? Manusia ki wes mesti komunikasi, lha tapi kenopo isih sinau komunikasi antar manusia? opo iku? wah jan, ilmu ki saiki wes ono werno-werno yo, wong omongan wae kudu diperhatekno dipelajari. Waaaaah jaan, simak waelah, wedhusi!